Khotbah
Ungkapan kasih yang luar biasa
Ps. Himawan Leenardo
Ringkasan Khotbah
Tuhan Yesus sangat mengasihi kita semua. Tuhan Yesus mau agar kita mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Bahkan hukum terutama adalah agar kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan kita. Banyak orang mengasihi Tuhan, tetapi belum tentu mereka terus menerus mengasihi Tuhan.
JANGAN MILIKI SIKAP SEPERTI YERUSALEM
Mark 14:1-2 Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat, 14:2 sebab mereka berkata: "Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat."
Yerusalem tidak mengasihi Tuhan bahkan Yerusalem ingin membunuh Yesus. Yerusalem itu merupakan pusat keagamaan yang megah namun dipenuhi komersialisasi ibadah dan penolakan terhadap Mesias.
Beberapa alasan yang membuat mereka sangat marah terhadap Tuhan Yesus:
o Karena Tuhan Yesus telah menyingkapkan kemunafikan mereka
Mat 23:28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
o Karena Tuhan Yesus mengganggu bisnis mereka
Mat 21:12 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
MILIKI KASIH SEPERTI WANITA YANG MENGURAPI TUHAN YESUS
Mark 14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.
Ada beberapa hal yang dapat dipelajari dari firman ini:
➢ No Turning Back
Ketika buli-buli itu dipecahkan, maka tidak ada jalan untuk menyimpan kembali minyak narwastu, sehingga seluruh minyak itu harus digunakan. Kita harus memiliki sikap seperti ini, tidak ada jalan kembali, sekali Yesus selamanya Yesus.
➢ Who is Jesus
Maria tidak peduli apa yang dipikirkan orang lain tentang caranya mengungkapkan kasih kepada Tuhan Yesus. Bagaimana dengan kita? Apakah Tuhan lebih dari segalanya buat kita? Apakah kita mau memberikan yang terbaik kepada Tuhan Yesus?
MENGAPA TIDAK BANYAK PERNYATAAN KASIH SEPERTI INI DI ZAMAN INI?
Di zaman ini tidak banyak pernyataan kasih seperti yang dilakukan oleh Maria. Beberapa alasannya adalah:
1. Sedikit yang mengasihi lebih daripada diri sendiri
- Sedikit yang mengasihi lebih daripada:
· Agendanya, harta bendanya, kenyamanannya, kesenangannya
· Sedikit yang mau melayani-Nya tanpa pamrih
- Budaya zaman ini membentuk mentalitas “konsumen”
· Apa manfaatnya untuk saya?
· Apa yang layak diterima oleh Dia?
· Tolak ukur kehidupan modern bergeser ke efisiensi, untung ruginya apa, dan logika materi
- Komodifikasi (proses mengubah sesuatu yang bukan benda menjadi komoditas yang bisa dinilai dengan uang, seperti agama, spiritualitas, kasih, dsb). Mengukur segala sesuatu dengan uang/benda.
-
2. Kita mengasihi Tuhan hanya ketika itu tidak mengganggu dan nyaman
· Kita mengasihi ketika cocok dengan jadwal kita
· Kita mengasihi ketika tidak menghalangi apa yang ingin kita lakukan
· Kita hadir atau melayani seminggu sekali dan kita bersikap seolah Tuhan seharusnya merasa terhormat karena kita sudah hadir dalam ibadah dan melayani pekerjaan Tuhan.
· Kita hidup dengan jadwal dan aturan kita sendiri dan berkata kita hidup bagi Tuhan
· Kita mengomel dan mengeluh dalam berbagai hal di hidup ini dan kita ingin semua orang mengetahui bahwa betapa berkomitmennya kita sebagai orang Kristen.
3. Kehilangan rasa kagum akan pengorbanan Kristus
· Kurangnya kesadaran akan anugerah-Nya. Ketika seseorang menganggap penyelamatan atau kebaikan Tuhan sebagai hal yang lumrah (taken for granted), dorongan untuk memberi yang terbaik pun ikut menurun.
· Hilangnya unsur “cost/biaya” dalam kasih kita. Ingat kasih Tuhan itu pengorbanan (Yoh 3:16). Sikap Daud dalam menyembah Tuhan,Daud tidak mau menyembah tanpa mengeluarkan biaya / tanpa berkorban (2 Sam 24:24).
· “Gaya Baru” dari pengorbanan fisik ke ekspresi digital. Ekspresi digital tidak bisa menggantikan pengorbanan fisik. Kasih itu berkorban.
KEBERATAN TERHADAP KASIH YANG BERLIMPAH
Mark 14:4-5 Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Lalu mereka memarahi perempuan itu.
Tidak semua orang akan senang dengan cara kita mewujudkan kasih yang luar biasa kepada Tuhan. Ketika gereja mencoba melakukan yang benar di hadapan Tuhan belum tentu semua jemaat akan senang. Menjamah, memberkati, menangkap isi hati Tuhan seringkali tidak pararel dengan apa yang menjadi kehendak jemaat. Bahkan ada yang berpikir bahwa Tuhan Yesus tidak layak menerima jenis kasih seperti yang Maria tunjukkan.
PEMBELAAN TUHAN
Mark 14:6-7 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.
Ini merupakan pembelaan daripada Tuhan Yesus. Meskipun mereka katakan “pemborosan”, tetapi menurut Tuhan Yesus itu tindakan yang baik. Apakah kita mau melakukannya juga? Tuhan juga katakan “orang-orang miskin selalu ada padamu”, maksudnya seharusnya kita juga bisa melakukannya sekarang jika kita mau, tanpa harus menunggu kita telah memiliki minyak narwastu.
Mark 14:8-9 Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.
Maria mampu menangkap moment, bahwa Tuhan Yesus akan dibawa ke kayu salib, maka dia bertindak menuangkan minyak narwastu. Para murid hanya fokus kepada pemborosan saja, sehingga tidak mau berkorban untuk menyatakan kasih kepada Tuhan.
Kita perlu petunjuk daripada Tuhan. Kalau kita tidak belajar mengasihi Tuhan maka kita akan digerakkan oleh pengetahuan kita, logika kita, didorong oleh apa yang ada di eksternal, didorong oleh daging kita, didorong oleh dunia. Jika kita mengasihi Tuhan kita akan didorong oleh surga, oleh kehendak Tuhan. Kita akan bisa menangkap momen Tuhan dengan hati yang mengasihi Tuhan.
Persoalan kekristenan zaman sekarang bukan kekurangan “minyak” tetapi kurangnya orang yang bersedia memecahkan buli-bulinya. Buli-buli bisa bicara tentang ego kita, kebanggaan kita, kesombongan kita, kedagingan kita, dll.
PERIKSA DIRI SENDIRI, APAKAH KITA SUDAH MENGASIHI TUHAN?
Foto Kegiatan
