Khotbah
The Beauty of The Spirit of God (Keindahan Roh Allah)
Ps. Ray Kaunang
Ringkasan Khotbah
Ada 3 tokoh yang perlu kita perhatikan pernyataan mereka tentang Roh Kudus:
1. Friedrich Nietzsche
Seorang filsuf Jerman yang mengatakan “God is dead. God remains dead. And we have killed Him. How shall we comfort ourselves the murderes of all murderes?” ( Tuhan telah mati. Tuhan tetap mati. Dan kita telah membunuh-Nya. Bagaimana kita akan menghibur diri kita sendiri, para pembunuh dari semua pembunuh? ) Kita mematikan Tuhan karena kita tidak lagi menginginkan Tuhan untuk hadir dalam gereja-Nya, timbul teologia liberal dimana segala sesuatu diukur dengan pemikiran, segala sesuatu harus diukur dengan fakta. Kita menggantikan Tuhan yang adalah Roh dengan hal-hal yang bukan berasal lagi dari Roh. Roh-lah yang menghidupkan daging dan dunia tidak bisa menghidupkan manusia untuk mengalami Tuhan. Tidak ada Tuhan di dalam gereja.
2. Soren Kierkegaard
Soren mengatakan “There are 3 different stage of life”aesthetic life (external life), internal life & religious life. If it is God who gives the spirit of power and strength, then it is also the same God who gives the spirit of self-control. ( Ada 3 tahapan kehidupan yang berbeda: kehidupan estetika {kehidupan lahiriah} kehidupan batiniah & kehidupan religius. Jika Tuhan yang memberikan roh kekuatan dan kekuasaan maka Tuhan yang sama juga yang memberikan roh pengendalian diri ). Soren melihat bahwa gereja itu sesuatu yang ritual, mereka beribadah karena mereka orang Kristen, sedangkan sebenarnya kehidupan yang dijalani adalah kehidupan spiritual.
Bagi Soren kehidupan yang paling tinggi adalah kehidupan spiritual, sebuah perjalanan kehidupan yang mengarah kepada kedewasaan. Kita harus berpindah dari kehidupan yang hanya berpatokan kepada apa yang kita lihat, alami dan kita miliki. Manusia harus dibawa bukan hanya untuk memiliki, bukan hanya untuk mendapatkan sesuatu, bukan hanya untuk bisa dilihat tetapi lebih kepada spiritual journey mereka.
3. Rasul Paulus
Paulus kepada jemaat di Roma mengatakan dalam Rm 8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu
Bagi Paulus kebangkitan Kristus dari antara orang mati bukan hanya cerita sejarah kekristenan atau fakta tentang bangkit dari antara orang mati yang membawa implikasi bahwa Tuhan Yesus itu hidup tetapi lebih dari sekedar itu tentang keterlibatan rahasia Roh Kudus dalam proses multi dimensional kehidupan kita. Ada perjalanan rohani kita dimana Roh Allah terlibat dalam seluruh dimensi kehidupan kita. Roh Kudus bekerja di luar dimensi yang kita, gereja lakukan. Roh Kudus bukan sekedar tentang bahasa Roh tetapi tentang masalah pengaruh multi dimensional dalam kehidupan kita. Untuk itu yang membedakan kita dengan agama lain itu adalah Roh Allah yang diam di dalam kita.
Jadi jika kita memiliki Roh Allah di dalam kita seharusnya terjadi banyak oerubahan di dalam hidup kita dan tidak ada perkara yang tidak mungkin di dalam orang yang memiliki Roh Allah di dalam hidupnya. Jika Roh Allah diam di dalam kita, hidup kita berdampak.
Dalam kitab Roma 8 ada 4 hal yang mengindikasikan pekerjaan Roh Kudus:
1. Penghukuman bagi kita tidak berlaku lagi
Rm 8:1-2 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Tidak ada penghukuman di dalam kita jika Roh Allah diam di dalam kita karena Roh Kuduslah yang memerdekakan kita. Roh Allah yang diam di dalam kita itu memberikan tujuan dalam hidup kita.
2. Kepemilikan Tuhan atas hidup kita
Dalam Rm 8:9 mengatakan Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
Dengan Roh Allah yang diam di dalam kita berarti Allah memiliki kita. Jadi dalam hidup kita jika kita mencari identitas harus kenali Roh Kudus dan yang mengubah identitas kita adalah Roh Allah itu sendiri.
3. Kita menjadi anak Allah, pewaris dan pemilik janji Allah
Rm 8:14-16 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ”ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Roh Kudus yang di dalam kita akan menuntun, mengajarkan kita untuk kita bisa memiliki janji Allah. Roh Allah juga yang memberikan pengertian tentang apa yang kita baca dan kita tahu dari Alkitab sebab tanpa Roh Kudus maka semuanya itu hanya akan menjadi sebuah pengetahuan yang baik tentang Tuhan. Untuk itu kita perlu mengenal dan intim dengan Roh Kudus.
4. Memiliki kehidupan yang berpengharapan
Rm 8:18-25 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. 8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. 8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. 8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. 8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.
Hidup kekristenan kita sebenarnya digerakkan dan dimotivasi oleh pengharapan. Pengharapan itu yang akan men-sustain kehidupan kita. Kita bisa terus berharap dan berharap karena ada Roh Allah di dalam kita.
Keempat hal inilah yang membuat kita mengerti inilah keindahan Roh Kudus yang bekerja di dalam hidup kita. Implikasi the beauty of The Spirit of God yaitu:
1. Kita memiliki komunikasi yang hebat dan penuh kuasa dengan Tuhan
Rm 8:26-27 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
Jika Roh Allah diam di dalam kita komunikasi kita dengan Allah itu powerful. Beauty of the Spirit of God, Ia akan membukakan kepada kita bahwa kita tidak perlu kuatir bahwa Tuhan akan lakukan perkara yang besar dalam hidup kita.
2. Kita memiliki tujuan dan arah hidup
Rm 8: 28-30 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Hanya orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus yang akan mendapatkan sense of direction dan purpose dalam hidup ini. Maka dari itu kita perlu intim dan harus tetap terkoneksi terus terlebih dahulu dengan Roh Kudus.
3. Kita dapat mengatasi situasi yang sulit bersama Roh Allah
Rm 8:37-39 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Kita mengerti firman Allah dalam hidup karena ada Roh Allah yang menerjemahkannya bagi kita sehingga dengan firman itulah yang membuat kita tetap kuat sekalipun hidup yang kita jalani sangat sulit.
Jadikan gereja ini tempat dimana kita mengalami Roh Allah yang penuh dan aplikasikan ini dalam kehidupan kita. Jika kita mengenal dan melibatkan Roh Kudus tidak peduli apa yang terjadi di sekeliling kita, tetap fokus karena hanya Roh Kudus yang tahu apa yang terjadi di kemudian hari.
Foto Kegiatan
