Joinwith us
Kembali

Khotbah

Sistem Peradaban Kerajaan Allah

Ps. Rubin Ong

Ringkasan Khotbah

Jika Alkitab berkata melihat itu berarti mengerti, jika Alkitab berkata dengarkanlah itu berarti melakukan. Jadi jika Alkitab berkata dengarkanlah firman, maka suara yang didengar harus dilakukan, karena itu bukan sekedar teori. Kita harus memahami dan melakukannya. Jika Alkitab berkata aku melihat Tuhan, aku melihat tahta Tuhan, aku melihat gunung berasap misalnya, itu berarti kita mengerti karena manusia itu makhluk gambar, yang kita lihat itu menentukan pengertian kita. Apa yang kita lihat itu menentukan peradaban kita. Dunia kita sekarang dibangun oleh peradaban yang dipengaruhi oleh salah melihat, sehingga dihasilkan peradaban yang kurang baik. Peradaban itu sistem yang menentukan kemajuan, baik di ekonomi, politik, dsb.  

Peradaban yang benar berasal dari Kej 1:26 - Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."  Jadi peradaban itu dimulai dari Kita, Kita itu bersama. Kita lebih penting dari aku dan kata Kita di sini adalah Elohim. Dan kata berkuasa, menurut Tuhan Yesus artinya ‘serve’ atau melayani. Kita tidak boleh berkuasa atas siapa, karena berkuasa berarti melayani. Jika cara pandang seseorang tidak serupa dengan Tuhan Yesus, maka mereka akan berusaha menguasai orang lain melalui 2 cara, melalui uang atau kekuasaan.

Kej 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Kita sudah diciptakan segambar dengan Tuhan karena itu kita harus menggambarkan Tuhan, makanya kekuasaan jika tidak serupa dengan Tuhan Yesus itu sangat berbahaya. Diciptakan-Nya laki-laki dan perempuan bukan berarti laki-laki lebih hebat dari perempuan.                                

Kej 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Allah memberkati mereka berarti berkat datang terlebih dahulu, berkat itu berarti kemampuan dari Tuhan. Allah berfirman kepada mereka “beranakcuculah" Kata beranakcucu fokusnya bukan hanya banyak, tetapi seharusnya multiplikasi; multiplikasi dan harus efisien, berfungsi. Untuk itu jangan fokus ke dalam, dan hanya jadi penonton. Ciri penonton adalah datang, dengar, duduk, dan pulang, tetapi kita harus jadi pemain, dimana pemain itu terlibat dengan tanggung jawab, dan ‘taklukkanlah itu’,kata taklukan berarti skillful

Jadi peradaban seharusnya itu “kita” bukan “aku” jika orang kristen masih “aku” berarti masuk ke peradaban dunia. Peradaban dunia dimulai dari Kej 3:1-5. Komitmen mulai beralih walaupun masih di taman Eden. Peradaban dunia dimulai dari cara melihat yang salah. Hawa melihat yang tidak perlu dia lihat. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"  Padahal semua buah boleh dimakan hanya buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat yang tidak boleh dimakan. Bukan tidak boleh kita mengetahui sesuatu tetapi harus fokus kepada kehendak Tuhan. Godaan di taman Eden ini membuat komitmennya beralih

Kej 3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."  Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, 3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat. Kita jangan terbuka dengan dusta karena dusta akan mengiring kita untuk melihat yang tidak perlu kita lihat. Adam & Hawa hidup diberkati Tuhan di taman Eden namun karena dusta si ular fokusnya teralihkan. Kita harus berhati-hati ketika kita diberkati karena pilihan dan alternatif semakin banyak sehingga membuat kita tidak fokus kepada apa yang Tuhan mau. …. dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat itu kesombongan. Dunia Barat berkata “jika kamu pintar kamu akan seperti dewa, aku adalah aku seperti apa yang aku mau, aku mau jadi apa terserah aku.” Tidak ada daerah yang netral, yang ada adalah kita dikuasai gelap atau terang.                        

Gal 5:16-17 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Jadi tidak ada daerah netral, kita tidak bisa mengerjakan menurut keinginan kita sendiri.  Untuk itu kita harus kembali kepada sistemnya Tuhan.    

Ciri orang yang ada di dalam sistem peradaban Kerajaan Allah:

2 Kor 11:1-3 Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku!  

1.     Orang yang di peradaban Tuhan itu selalu sadar diri bahwa ia tidak mampu tanpa Tuhan.

2.     Sabar (long suffering), untuk bisa long suffering harus mengalami proses. Orang yang sabar itu selalu setia dalam proses.

3.     Setia

11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. 11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. KJV 11:3 But I fear, lest by any means, as the serpent beguiled Eve through his subtilty, so your minds should be corrupted from the simplicity that is in Christ. 

Orang yang setia selalu simple dan tidak punya pilihan lain, pilihannya hanya Tuhan Yesus.

Foto Kegiatan