Khotbah
Murid = Percaya + Tinggal tetap dalam firman Tuhan
Ps. Daniel Arief Sugianto
Ringkasan Khotbah
Yoh 8:31-32 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Ini pernyataan Tuhan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang telah menjadi percaya kepada injil yang telah disampaikan oleh Yesus. Hal ini mengingatkan kita supaya kita tidak berhenti hanya sekedar percaya saja, namun kita harus tinggal tetap dalam firman Tuhan. Ketika orang percaya tetap tinggal dalam firman Tuhan maka mereka menjadi murid Tuhan. Jadi yang membedakan orang percaya dan murid adalah mereka mau tetap tinggal di dalam firman Tuhan. Hal ini juga merupakan tantangan untuk kita yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus.
Yoh 8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah
Orang yang melempari Yesus merupakan orang yang sama yang percaya kepada Tuhan Yesus. Hal ini merupakan bukti bahwa menjadi percaya belum tentu mereka mau tinggal tetap dalam firman Tuhan. Banyak akhir-akhir ini orang percaya yang “melempari” Yesus dengan pemberontakannya, kemarahannya, kepahitannya, Yesus disalahkan, Yesus dikambinghitamkan, dsb. Banyak orang Kristen terlalu mudah menyakiti Tuhan, terlalu mudah menyalahkan Tuhan, terlalu mudah mendukakan Tuhan. Ketika kita tetap tinggal dalam firman Tuhan maka kita diklasifikasikan sebagai murid Tuhan.
Tinggal dalam firman berarti berpadu, menempel pada firman. Banyak orang suka baca firman tetapi tidak mau tinggal di dalam firman. Banyak orang yang lebih memilih kedagingannya bukan karena mereka tidak tahu firman; mereka tahu firman tetapi mereka lebih memilih tinggal dalam hawa nafsu mereka. Berikut merupakan contoh di zaman Tuhan Yesus ada banyak orang suka firman tetapi tidak mau tinggal dalam firman:
Ø Yoh 5:39-40 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, 5:40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.
Mereka suka belajar kitab suci tetapi tidak pernah mau datang kepada Tuhan, mereka lebih memilih datang kepada kehendak dan kemauan mereka sendiri.
Ø Yoh 6:60,66 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" 6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.
Pada awalnya mereka antusias, awalnya mereka adalah orang-orang yang suka dan senang dengar firman Tuhan namun ketika firman Tuhan mulai keras, mulai ada yang menyinggung, dsb akhirnya mereka mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Yesus.
Tuhan tidak puas jika orang hanya sekedar percaya saja karena banyak orang yang suka firman, bahkan menyelidiki dan belajar firman akhirnya mengundurkan diri, akhirnya melemparkan batu kekecewaan, batu ketidaksetujuan kepada Tuhan. Orang-orang yang kecewa kepada Tuhan bukan orang yang tidak tahu firman, namun mereka lebih memilih tinggal dalam kekecewaannya, lebih memilih tinggal dalam emosinya.
Ada banyak orang senang firman selama firman itu mengonfirmasi, meneguhkan namun kita harus ingat firman Tuhan isinya bukan hanya sesuatu yang mengonfirmasi tetapi firman Tuhan lebih banyak isinya itu mengonfrontasi kita. Untuk itu seorang murid itu orang yang tetap tinggal dalam firman Tuhan sekalipun firman itu seringkali mengonfrontasi mereka, mengusik mereka, bahkan membuat mereka tidak nyaman, harus membuat mereka meninggalkan sesuatu yang enak dalam hidup mereka. Tidak menjadi jaminan kalau kita memiliki antusiasme rohani itu belum tentu iman kita sudah benar. Iman yang benar itu tetap antusias sekalipun ketika firman datang untuk mengonfrontasi kita.
Yoh 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Ini merupakan hasil dari seorang murid yang mau tinggal tetap dalam firman Tuhan:
1. Mengetahui kebenaran
Dalam bahasa Yunani mengetahui ini Ginosko yang artinya mengenal bukan dari sekedar informasi belaka tetapi mengenal karena sebuah interaksi. Pengenalan akan Tuhan yang disertai interaksi dan bukan hanya sekedar informasi akan membangun respon yang benar terhadap Tuhan. Ketika kita tetap tinggal dalam firman Tuhan, kita akan mengalami Tuhan dalam hidup kita.
2. Hidup kita akan dimerdekakan
Hidup kita dimerdekakan bukan dari firman yang kita baca tetapi dari firman yang kita hidupi. Kemerdekaan di sini relasinya dengan kebenaran, kemerdekaan dan kebenaran ini berkaitan. Kemerdekaan bukan berarti kita bebas melakukan apapun yang kita mau namun kemerdekaan yang Tuhan berikan itu harus membuat kita bisa melakukan apa yang benar..Freedom in God is not independence from God; kemerdekaan di dalam Tuhan itu bukan berarti kemandirian dari Tuhan. Semakin kita dimerdekakan kita semestinya semakin bergantung kepada Tuhan, semakin merasa membutuhkan dan berpaut kepada Tuhan.
Rom 6:17-18 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
Dikatakan hamba dosa/budak dosa berarti kita dikuasai ini kondisi di luar Kristus. Dosa bukan sekedar kelemahan, kelalaian tetapi dosa menjadi nasib atau takdir kita di luar Kristus.
Rom 6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
Jadi dimerdekakan bukan sebebas-bebasnya tetapi kita menjadi hamba dengan tuan yang baru yaitu kebenaran. Status kita dimerdekakan tetapi perbuatan kita belum, kita masih harus berjuang untuk mengalahkan yang namanya kedagingan, ego, sifat-sifat yang salah, untuk itu kita harus tetap tinggal di dalam firman Tuhan supaya kita semakin dimerdekakan dari perbuatan-perbuatan dosa.
Kita masih bisa salah tetapi kita bukan hamba dosa, kita bisa menang atas dosa maka dari itu Tuhan minta bukan hanya sekedar percaya tapi hidup sebagai murid, tetap tinggal dalam firman sehingga kita benar-benar dimerdekakan.
Rom 6:19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.
Percaya –> Murid = Tinggal dalam Firman -> Menyerahkan anggota-anggota tubuh kita untuk menjadi hamba kebenaran. Kita harus secara aktif menyerahkan anggota tubuh kita dikuasai, dipimpin, diatur oleh kebenaran. Kita harus aktif menyerahkan mulut kita, hati kita, cara berpikir kita, tangan kita kepada kebenaran.
Kita semua ini dalam waktu yang bersamaan kita ini orang benar, kebenaran kita karena anugerah Tuhan, tetapi kita masih punya daging di mana kita masih ada potensi untuk kita bisa berbuat dosa, maka dari itu untuk mengatasinya kita harus secara aktif menyerahkan daging kita, anggota tubuh kita untuk dikuduskan inilah pengudusan yang progresif. Orang yang tinggal dalam firman Tuhan akan dengan sukacita menyerahkan tubuhnya untuk menjadi hamba kebenaran.
Foto Kegiatan
