Khotbah
Mengapa doa belum terlihat mengubah?
Ps. Himawan Leenardo
9 views
Ringkasan Khotbah
Doa adalah kunci yang membuka segala perbendaharaan kasih karunia dan kuasa Allah ( R. A. Torrey ).
Mengapa doa belum terlihat mengubah? Apakah kita pernah berpikir “saya tidak mau berdoa lagi, tidak ada hasilnya”? Mungkin ini bisa terjadi, tetapi mari kita perhatikan bagaimana kita berdoa selama ini. Satu hal kita percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan yang baik dan tidak akan membiarkan kita sendiri.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam berdoa:
DASAR DOA
Keberhasilan sebuah doa bukan ditentukan oleh seberapa keras suara kita berdoa, berapa lama kita berdoa dan bukan juga karena rangkaian kata-kata yang indah yang kita bawa ke hadapan Bapa di Surga. Doa juga bukan ditentukan hanya karena sebuah kebutuhan.
Jadi dasar doa adalah:
1. Iman
Berdoa harus memiliki iman. Percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup menolong dan mau menolong kita dalam menghadapi tantangan dan untuk memenuhi kebutuhan kita. Jangan asal bicara (berdoa) tanpa ada iman.
Yak 1:6a Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang,
Ibr 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Mat 21:22 Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”
Mat 9:21 Karena katanya dalam hatinya: ”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
2. Janji
Berdoa harus berdasar iman, yaitu iman terhadap janji Tuhan. Tuhan pasti sanggup menggenapi janji-janji-Nya. Atas janji Tuhan inilah kita berdoa dan bukan atas dasar kebutuhan / keinginan yang kita miliki. Ada janji Tuhan yang bersifat umum (berlaku untuk semua orang), tetapi ada janji yang khusus diberikan kepada kita.
Rom 4:20-21 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Kita harus memiliki janji Tuhan dalam hidup kita dan kita harus pegang janji tersebut. Janji Tuhan pasti dinyatakan.
3. Siapa kita ( Identitas )
Berdoa harus berdasar atas iman akan janji Tuhan, yaitu janji yang Tuhan berikan kepada kita secara pribadi. Pasti ada janji Tuhan secara pribadi, jika Anda belum mengetahuinya, bertanyalah kepada Tuhan dan Dia pasti menyatakannya. Ingat, identitas kita adalah anak-Nya dan sahabat-Nya. Tidak mungkin Tuhan tidak memperhatikan anak-Nya / sahabat-Nya, justru kita yang harus sadar bahwa kita diberi anugerah yang spesial, anak Allah.
Ingat, kita tidak dapat hidup dalam janji yang diberikan kepada orang lain. Setiap orang punya janji Tuhan masing-masing dalam hidupnya. Untuk itu kita harus mengerti janji Tuhan dalam hidup kita itu apa.
Identitas kita:
· Anak
Yoh 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Luk 15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan
Luk 11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
· Sahabat
Luk 11:5-8 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
SIKAP KITA
Firman Tuhan adalah penuntun dalam kita berdoa. Ingat, ada hukum tabur tuai, dalam 1 Kor 3:6 - Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Disini ada peran kita dan ada peran Tuhan, jika kita tidak melakukan bagian kita maka jangan berharap bahwa doa akan membawa perubahan.
➢ Menabur
2Kor 9:6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga
Ini sikap kita untuk mau bertindak, ada 2 sisi dalam menabur:
Pertama, apakah kita sudah menabur dalam hidup ini? Menabur berarti ada sesuatu yang kita korbankan, sesuatu yang kita miliki diberikan, dan tidak mungkin kita tidak memliki apa-apa. Kita pasti memiliki sesuatu untuk ditaburkan, apakah sudah kita lakukan?
Kedua, apa yang kita ijinkan masuk ke dalam hidup kita? Sesuatu yang ditaburkan dalam hidup kita, apakah itu hal yang baik atau yang buruk. Apakah itu Firman Tuhan (Yes 55:10) atau nilai-nilai dunia (Gal 6:7-9), karena jika kedua kita ijinkan maka keduanya akan bertumbuh.
Tabur yang buruk maka akan keluar yang buruk, tabur yang baik maka akan keluar yang baik juga.
➢ Menyiram
Ini sikap kita untuk terus menerus melakukan bagian kita hingga menuai. Kita harus berusaha, harus rajin dan tekun. Jangan malas! Tetaplah bekerja (tetap lakukan bagian kita) hingga waktu Tuhan.
· Harus ada usaha
Ams 12:11 Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.
· Harus Rajin
Ams 24:30-34 Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi. Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh. Aku memandangnya, aku memperhatikannya, aku melihatnya dan menarik suatu pelajaran. "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring," maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
· Tekun
Luk 18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
➢ Tuhan yang memberi pertumbuhan (Kedaulatan Tuhan)
ini kedaulatan Tuhan! Percaya Tuhan kita hidup dan tidak akan membiarkan kita! Dia pasti menolong dan memberikan yang terbaik kepada kita pada waktu Tuhan.
2 Taw 7:13a Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan
Tuhan dapat menutup langit seperti pada kisah Elia yang mengalami kekeringan selama 3,5 tahun. Tidak ada hujan dan tidak ada hasil. Kekeringan di zaman Elia terjadi karena bangsa Israel sudah sedemikian murtad, Tuhan berpaling dari mereka dan diizinkan tidak turun hujan, mereka mengalami kekeringan. Untuk itu kita perlu mendekat kepada Tuhan.
TETAP PERCAYA BAHWA TUHAN KITA HIDUP!
Untuk itu kita harus percaya bahwa Tuhan ada. Jika Tuhan kita hidup, kita harus memiliki sikap apapun keadaan yang kita hadapi bersikaplah bahwa Penolong kita hidup, Penolong kita ada sampai selama-lamanya.
Foto Kegiatan
