Khotbah
Lapar & Haus
Ps. Fandy Mulya Latief
Ringkasan Khotbah
Ada begitu banyak orang yang mengalami situasi yang berat, mereka bergumul dalam masalah ekonomi, finansial, dsb Tuhan mengingatkan kita daripada kita terus menghabiskan energi kita untuk mengurusi unsur-unsur di luar diri kita yang tidak bisa kita kontrol dan tidak bisa kita ubah untuk itu bagian kita dalam masa-masa ini adalah bagaimana kita membangun diri kita. Apa yang perlu kita bangun dan kita benahi supaya sebagai anak Tuhan dalam situasi yang berat ini tetap bisa bertahan, tetap bisa berjalan dan tetap bisa melihat kemenangan demi kemenangan. Dalam Mat 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Ini merupakan khotbah pertama Tuhan Yesus. Tuhan ingin kita semua berbahagia. Tuhan memberitakan di dalam Kerajaan Allah harusnya ada kebahagiaan. Namun kebahagiaan di dalam Kerajaan Allah berbeda dengan kebahagiaan di luar. Kalau kebahagiaan di luar konsepnya kaya, karir meningkat, dsb. Namun firman Tuhan berkata yang berbeda bahwa kebahagiaan itu jika kita membenahi hati kita, respon hidup kita dengan lapar & haus.
Janji Tuhan bahwa orang yang lapar & haus akan dipuaskan. Dipuaskan di sini bukan berarti tiba-tiba banyak mujizat, begitu banyak keajaiban-keajaiban lain. Dipuaskan di sini bukan dengan mindset kita tetapi dipuaskan berarti Tuhan hadir di hidup kita dan berjalan bersama kita. Hal ini juga yang dialami oleh Daud, maka itu Daud berkata di dalam Maz 23 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, karena Tuhan besertaku. Kepuasan kita waktu Tuhan hadir bersama kita, maka itu kita perlu membangun ruang dalam hati kita, respon-respon kita menjadi respon-respon lapar & haus.
Mark 5:25-34 ini kisah tentang wanita yang pendarahan. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 5:27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 5:28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 5:29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 5:30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" 5:31 Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" 5:32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. 5:33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 5:34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"
Kisah ini mengingatkan kita bahwa kita bisa mengaku anak Tuhan tetapi tidak semua mengalami Tuhan. Dalam kisah ini ada banyak orang yang menjamah Yesus namun hanya wanita pendarahan ini yang bisa menarik kuasa Tuhan keluar sehingga wanita ini menjadi sembuh, hanya 1 orang yaitu wanita yang pendarahan inilah yang mengalami Tuhan. Kuncinya hanya satu jika ingin mengalami Tuhan seperti wanita yang pendarahan ini yaitu rasa lapar dan haus kita akan Tuhan. Kesembuhan wanita ini hanya akibat tetapi jauh lebih daripada itu wanita ini menginginkan Tuhan lebih dari segalanya. Perjumpaan dengan Tuhan akan selalu mengubah kehidupan kita.
Beberapa tpkoh alkitab yang mengalami perubahan setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan:
Ø Yakub
Dimana ia menipu kakaknya Esau, menipu Laban dengan segala kelicikannya dan ketika berjumpa dengan Tuhan berubah menjadi Israel, yang artinya Pangeran Allah.
Ø Musa
Musa yang tadinya tinggal di istana, lalu jadi buronan di Mesir ia melarikan diri menjadi seorang penggembala dan ketika ia berjumpa dengan Tuhan melalui semak berduri ia menjadi seorang pemimpin yang membawa Israel keluar dari perbudakan.
Ø Saulus
Dimana ia seorang pembunuh, penganiaya jemaat Tuhan, dan ketika berjumpa dengan Yesus ia berubah menjadi Paulus, seorang rasul dan penulis hampir sebagian besar kitab Perjanjian Baru.
Ketika kita hidup di tengah krisis dan kita mau melihat dan mengalami bagaimana Tuhan hadir dalam hidup kita dan membawa kebaikan dalam hidup kita maka perjumpaan dengan Tuhan itu sebuah keharusan. Perjumpaan dengan Tuhan terjadi ketika kita lapar dan haus.
Dalam Maz16:11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. dlm bahasa Inggrisnya NKJV dikatakan You will show me the path of life in Your presence is fullness of joy; At Your right hand one pleasures forevermore. Seringkali dikatakan kita harus intim, harus tinggal dalam hadirat Tuhan karena di dalam hadirat Tuhan inilah ada sukacita dan nikmat senantiasa, tetapi nikmat dan sukacita ini bukan dengan cara dunia. Nikmat dan sukacita ini berbicara Tuhan sendiri hadir dalam hidup kita. Ini yang Daud kejar dalam hidupnya, ini yang Daud dorong dalam hidupnya yaitu mengejar Tuhan. Mari kita buka ruang hati kita untuk selalu lapar dan haus akan Tuhan, supaya Tuhan terus hadir di dalam kita.
Foto Kegiatan
