HubungiKami
Kembali

Khotbah

God Who Guide (Tuhan Yang Menuntun)

Ps. Himawan Leenardo

Ringkasan Khotbah

Dalam kehidupan mungkin kita pernah melakukan kesalahan atau hal yang buruk, namun kita harus tetap berjalan maju, tidak menyesali segala sesuatu yang telah terjadi dan belajar mengubah untuk menjadi lebih baik. Yang perlu kita renungkan:

  • Apa yang mendorong keputusan itu?

  • Mengapa kita ambil keputusan itu?

  • Bergaul dengan siapa sehingga kita mengambil keputusan itu?

Jika kita sudah terlanjut mengambil keputusan yang salah, maka kita harus belajar untuk mengubahnya karena keputusan kita hari ini akan meneuntukan masa depan kita dan ingat Tuhan tetap menuntun langkah kita. Beberapa tokoh alkitab ketika mengambil keputusan yang salah:

  • Lot

Kej 19:26 Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. Ketika dia memilih Sodom & Gomora karena didorong kepada apa yang dilihat oleh matanya sehingga pada akhirnya terjadilah pemusnahan kota Sodom & Gomora yang mengakibatkan istri daripada Lot berubah menjadi tiang garam. Ini keputusan yang salah yang didorong oleh matanya melihat Sodom & Gomora. 

  • Abram 

Ketika pergi ke Mesir saat terjadi kelaparan yang pada akhirnya mengambil Hagar sebagai istrinya karena menurut pemikiran Sarai keturannya itu adalah dari yang dilahirkan oleh Hagar. Keputusan yang salah yang diambil karena pemikirannya sendiri.  Kesalahan pertama pergi ke Mesir bukan kelaparan yang teratasi tetapi pulang dengan membawa masalah baru dalam rumah tangganya yang mengakibatkan perseteruan Ismail dan Ishak sampai hari ini. 

  • Ishak

Kej 26:13 Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. Kelaparan yang sama yang terjadi di zaman Abram juga menimpa anaknya Ishak. Namun dalam ay 2 Tuhan berkata ”Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Ketika Ishak mendengar perkataan Tuhan ini dan bahkan Ishak menabur maka Tuhan membuat Ishak menjadi kaya. Ishak mendapat kebaikan Tuhan karena mendengarkan perkataan Tuhan.   

Sebelum kita melangkah Tuhan itu sebenarnya sudah memberikan tuntunan Ketika kita mau melangkah salah ada suara yang memberitahukan supaya jangan melangkah ke sana. Ketika bangsa Israel dibebaskan dari perbudakan Tuhan menuntun ke Tanah Perjanjian. Kita diselamatkan bukan sekedar hanya masuk Surga tetapi Tuhan akan memberikan kita hidup dan hidup dalam segala kelimpahan, ada tujuan bukan hanya dibebaskan dan dilepaskan begitu saja. Kel 13:21 dikatakan TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam  Tuhan sangat ingin menuntun kita.   

Bil 9:17 Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israel pun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah. Untuk dipimpin oleh tiang awan dan tiang api diperlukan kedalaman dengan Tuhan.    

  • Daud

Dalam menuntun Tuhan akan memberikan strategi dalam hidup kita. Dalam 2Sam 3:22-25 Suatu kali Daud harus berperang melawan orang Filistin, Ketika orang Filistin maju sekali lagi dan memencar di lembah Refaim, 5:23maka bertanyalah Daud kepada TUHAN, dan Ia menjawab: "Janganlah maju, tetapi buatlah gerakan lingkaran sampai ke belakang mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau. 5:24Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau bertindak cepat, sebab pada waktu itu TUHAN telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin." 5:25Dan Daud berbuat demikian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, maka ia memukul kalah orang Filistin, mulai dari Geba sampai dekat Gezer.Daud berbuat seperti yang dikatakan Tuhan dan Daud berhasil mengalahkan orang Filistin.

Yes 30:20-21 dikatakan Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, 30:21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri. 

Dalam Maz 32:8-9 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. 32:9 Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau. Tuhan menuntun kita dengan mengajarkan dan menunjukkan jalan yang akan kita tempuh juga Dia akan memberi nasehat kepada kita. 

Tiang awan ( Tuhan ) tidak menunggu kita siap atau tidak siap tetapi kita yang harus menyesuaikan diri dengan Tuhan.

Untuk itu yang harus kita lakukan adalah:

  1. Menginginkan tuntunan Tuhan

Seperti Musa berkata dalam Kel 33:15 …. "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Kemauan Musa yang besar dan sungguh-sungguh sehingga akhirnya Tuhan membelanya. Tuhan tuntun kita tetapi kita harus mau melakukan apa yang Tuhan beritahukan kepada kita karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan, hanya Tuhan yang tahu masa depan. 

Dalam Maz 51:13 Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!  Ini perkataan Daud setelah ditegur oleh nabi Natan karena Daud telah berbuat salah dengan Betsyeba. Ini keinginan & kesungguhan Daud untuk selalu bersama Tuhan sekalipun dia sudah berbuat dosa namun Daud berbalik.        

  1. Hati yang mau diajar

Maz 25:4-5 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. 25:5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. Kita harus mau diajar. Bukan belajar tentang knowledge tapi teach able heart. Yang harus dilakukan untuk memiliki hati yang mau diajar:

  • Mau merendahkan diri, rendah hati, tidak merasa mengetahui segala-galanya, tidak sombong

Syarat terjadi pemulihan adalah merendahkan diri. Rendahkan diri atau dunia akan merendahkanmu. Seperti perkataan Daud “Lebih baik jatuh ke dalam tangan Tuhan daripada jatuh ke tangan manusia” karena ketika kita diproses untuk merendahkan diri Tuhan akan memulihkan kita. 

  • Mau mendengar nasehat atau masukan, mendengar terlebih dahulu jangan langsung menolah. 

Tuhan bisa pakai siapa saja untuk memberikan nasehat atau teguran. Seperti kisah Musa dia mendengarkan nasehat Yitro (Kel 18:24). Seringkali orang bertanya kepada Tuhan tetapi ketika Tuhan memberitahukan sesuatu kita tidak menaatinya.  

  • Jangan keras kepala (tegar tengkuk), jangan keraskan hati

Orang yang keras kepala dan keras hati tidak bisa dituntun Tuhan. 

  1. Mengenal Roh Kudus

Yoh 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu  Roh Kudus yang akan menuntun dan mengajar kita.    

1Kor 12:3b … tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: ”Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus. Setiap kita yang percaya dan berkata Yesus adalah Tuhan berarti ada Roh Kudus di dalam kita. Untuk itu kita perlu spiritual sensitivity, jangan sampai kita tersesatkan karena kita tidak mengenal. Kita mesti awareness, baca firman, jangan bangun tembok dalam pikiran kita dan miliki quite time. Kita mesti sensitif dengan Roh Kudus. Kata sensitif dapat berarti:

  • Kemampuan untuk jadi mudah terluka

  • Kemampuan untuk menyadari kebutuhan dan emosi orang lain

Roh Kudus pun bisa punya hal dari kata sensitif ini. Roh Kudus juga bisa terluka, Roh Kudus bisa memahami kebutuhan kita. Secara manusia jika kita mudah terluka maka kita menjadi lemah dan di sisi lain secara manusia kita mesti memiliki empati.

Untuk itu ada hal yang perlu kita perhatikan:

  • Roh Kudus bisa meninggalkan kita

Hak 16:20 Lalu berserulah perempuan itu: ”Orang Filistin menyergap engkau, Simson!” Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: ”Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas.” Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa Tuhan telah meninggalkan dia. Ini kisah Simson dimana dia bermain-main dengan karunianya, dengan dosanya. Saat kita melanggar batas yang Tuhan telah tentukan maka Tuhan akan meninggalkan kita. 

1Sam 18:12 Saul menjadi takut kepada Daud, karena TUHAN menyertai Daud, sedang dari pada Saul Ia telah undur.  Saul menyadari bahwa Tuhan sudah meninggalkan dia namun dia raja.  

  • Jangan mendukakan Roh Kudus

Efe 4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 1Tes 5:19 Janganlah padamkan Roh. Hal-hal yang dapat memadamkan Roh/mendukakan Roh Kudus: 

  • Hidup seperti orang yang tidak mengenal Allah (Efe 4:17)

  • Hidup mengikuti keinginan daging (Gal 5:17)

  • Menginginkan hal-hal yang jahat: penyembahan berhala, percabulan, mencobai Tuhan, bersungut-sungut (1Kor 10:6-10)

  • Menentang/melawan Tuhan, tidak taat 

Kita mesti mau belajar, dibentuk dan diubah oleh Tuhan. Dalam Hos 11:1 dikatakan Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. Ay 4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan  Mereka hanya perlu makanan, kebebasan, tapi tidak menginginkan Tuhan.     

  • Banyak berbahasa Roh

1Kor 14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. Untuk itu kita yang belum bisa berbahasa Roh mintalah! Maka itu pelayanan, doa, menyampaikan firman prinsipnya dimulai dari Mat 6:6 di tempat yang tersembunyi terlebih dahulu.   

Yak 4:1-3 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Untuk itu belajarlah menyenangkan Tuhan.

Foto Kegiatan

God Who Guide (Tuhan Yang Menuntun) | GBI WFC