Joinwith us
Kembali

Khotbah

God's Heartbeat

Ps. Himawan Leenardo

Ringkasan Khotbah

Ada detak jantung hati Tuhan yang harus kita tangkap. Dalam Mat 8: 20 dikatakan Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."  Yoh 1:11 dikatakan Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

 

Ada beberapa kota dimana terjadi penolakan terhadap pelayanan Tuhan Yesus seperti:

1.        Bethlehem

Luk 2:7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

2.      Nazaret

Luk 4:24 Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.           

3.      Yerusalem

Mat 23:37 ”Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.        

 

Ada sebuah buku dikatakan Yerusalem merupakan pusat keagamaan yang megah namun dipenuhi kemunafikan, komersialisasi ibadah dan penolakan terhadap Mesias.  Mat 21:12-17 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati 21:13 dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." 21:14 Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya. 21:15 Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel, 21:16 lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?" 21:17 Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.     

Salah satu tempat kesukaan Tuhan Yesus ialah Betania.  Di tempat ini Tuhan diakui, diingini, dinantikan bukan sekedar ibadah tetapi dibangun menjadi tempat kediaman bagi Tuhan; bukan sekedar diberkati tetapi memberkati Tuhan. Dalam Luk 10:38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya      

 

Beberapa hal yang terjadi di Betania:

1.      Dalam Kristus ada harapan

Yoh 11:25-26 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Apa yang mati dalam hidup kita, kalau kita percaya, Tuhan punya kuasa untuk membangkitkan kembali. Jangan harapanmu hilang, tetaplah berharap kepada Tuhan, karena Dia berkuasa dan tidak akan membiarkan kita sendiri.    

2.      Compassion

Yoh 11:35 Maka menangislah Yesus. Tuhan Yesus menangis ( Jesus wept ). Tuhan kita bukan Tuhan yang hanya sekedar duduk di tahta Allah Bapa dan memerintah saja, Dia bisa merasakan perasaan kita dan penuh belas kasihan. Karena kasih-Nya kita mengalami pertolongan dari Tuhan.  

3.      Revival

Yoh 11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" 

Ini berbicara tentang revival pribadi, dimana kita semua seharusnya mengalami revival ini.  

4.      Yesus terangkat ke Surga

Luk 24:50-51 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. 24:51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.

Tempat terakhir yang disentuh kaki Yesus di bumi adalah tempat dimana Ia diterima, dikasihi, dan disembah.    

Tuhan tidak pernah bermalam di Yerusalem, selalu Ia pergi ke Betania. Karena itu Betania menjadi tempat kesukaan Tuhan Yesus. Maukah kita membangun sebuah tempat kesukaan buat Tuhan?

Ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari Betania:

1.        Diterima & dilayani

Luk 10:38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Menerima di sini berarti mengakui, mengenal sebagai Tuhan/Mesias ( Mat 16:15… “Tetapi apa katamu,siapakah Aku?” )  Penerimaan harus based on pengakuan siapa Dia.

Luk 10:40 dikatakan  sedang Marta sibuk sekali melayani….   Ini juga yang Tuhan mau, dalam 1Pet 4:10a Layanilah seorang akan yang lain… ketika kita melayani orang lain bukan hanya manusia yang diberkati tetapi Tuhan juga senang. Dalam Mat 26:6 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta….. Simon yang mengalami mujizat, ia disembuhkan, dia membuka rumahnya untuk perjamuan.  

Betania bukan tempat yang paling banyak mujizat, Di tempat lain seperti di Kapernaum, dsb. banyak terjadi mujizat tetapi di sana Tuhan hardik karena mujizat terjadi tetapi tidak bertobat. Pertobatan bukan hanya sekedar status, menghargai kematian Yesus di kayu salib.               

 

2.      Dihargai & didengar

Luk 10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya.

Maria menghargai Tuhan; ia duduk dan mendengar, menerima dan memberi perhatian penuh kepada perkataan Tuhan. Mendengar Tuhan berbicara itu perlu. Dalam Mat 13:13 dikatakan  Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Mereka punya telinga tetapi tidak mendengar.   

Yes 65:12 Aku akan menentukan kamu bagi pedang, dan kamu sekalian akan menekuk lutut untuk dibantai! Oleh karena ketika Aku memanggil, kamu tidak menjawab, ketika Aku berbicara, kamu tidak mendengar, tetapi kamu melakukan apa yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak berkenan kepada-Ku."  Jika kita menghargai Tuhan maka kita mendengar perkataan Tuhan, janganlah kita dengar apa yang kita mau dengar saja.

 

3.      Iman

Yoh 11:21-22 Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. 11:22 Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."

Ketika penundaan terjadi dalam hidup kita, ketika doa belum terjawab maka ada godaan: tersinggung, kecewa, menjauh bahkan meninggalkan Tuhan. Penolakan/penundaan bukanlah kelalaian namun itu suatu pembentukan Tuhan buat hidup kita.  Iman bukan sekedar percaya, tetapi ketika penundaan terjadi, doa belum dijawab dan kita tetap berkata “Tuhan, aku percaya Engkau” itulah iman.   

 

4.      Extravagant Worship

Yoh 12:3  Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Sebuah aroma yang memenuhi rumah itu. Penyembahan yang dilakukan oleh Maria dapat dikatakan penyembahan yang boros. Bagaimana dengan penyembahan kita? Apakah kita menyembah dengan irit atau boros? Mengirit bukan hanya dalam biaya, tetapi mungkin juga waktu dan tenaga. 

Dasarnya adalah pengenalan akan Tuhan. Dalam Mat 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Tuhan Yesus sangat sepadan mendapatkan yang terbaik dari kita semua. Jika kita ingin menarik perhatian Tuhan maka hati kita harus haus akan Tuhan. Apa yang berharga bagi kita? Apakah Yesus berharga bagi kita?         

 

Dalam Kid 3:1-4 dikatakan  Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. 3:2 Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. 3:3 Aku ditemui peronda-peronda kota. "Apakah kamu melihat jantung hatiku?" 3:4 Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.

Ini berbicara tentang kita, gereja Tuhan. Kid 3 berbicara tentang hati yang mempunyai kerinduan, kehausan, keinginan. Ada satu kehausan dari gereja, orang percaya. Ada effort yang dilakukan ….berkeliling di kota… Ini sikap-sikap yang Tuhan inginkan dari kita semua.     

Dalam Kid 5:2-7 Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!" 5:3 "Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula?" 5:4 Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku. 5:5 Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu. 5:6 Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya. 5:7 Aku ditemui peronda-peronda kota, dipukulinya aku, dilukainya, selendangku dirampas oleh penjaga-penjaga tembok.

Dalam Kid 3 gereja yang haus mencari Tuhan, tetapi dalam Kid 5 ini Tuhanlah yang mencari. Gereja yang terlalu mapan. Peronda-peronda kota bicara the power of the darkness, kuasa kegelapan. Dalam Kid 3 peronda-peronda kota tidak dapat berbuat apa-apa namun dalam Kid 5 peronda-peronda kota memukuli, melukai bahkan merampas.

Di zaman sekarang mungkin kita bisa berada di tengah-tengah peronda-peronda kota tetapi ada Godly protection, ada favor karena Tuhan menyukai hidup kita, kita mendengar Tuhan berbicara sesuatu. Akhirnya apa yang kita bangun? Yerusalem yang cuma sekedar simbol atau tempat kesukaan Tuhan?

Foto Kegiatan

God's Heartbeat | GBI WFC