Joinwith us
Kembali

Khotbah

Do I need everything? (Why 3:14-22)

Ps. Esther Waluyo

21 views

Ringkasan Khotbah

Ada 2 pandangan yang berbeda mengenai Firman Tuhan:

➢   Firman Tuhan itu pengetahuan yang harus menyenangkan dan menghibur saya.

➢   Firman Tuhan itu suara Tuhan yang memiliki otoritas untuk mengubah saya.

Firman Tuhan yang kita dengar seharusnya menjadi sesuatu yang kita butuhkan, yang kita perlukan untuk menuntun setiap langkah hidup kita.

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kisah Why 3:14-22 :

1.      Kata “Amin”

Why 3:14 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

·         Kata “Amin” di sini berarti sesungguhnya, pasti, benar, biarlah itu terjadi. Saat kita berdoa kita katakan “amin” dan apa yang kita doakan itu harus menjadi sebuah kebenaran, sebuah kenyataan karena itu ketika kita berdoa kita harus doakan sesuai Firman Tuhan. Saat kita berdoa, Allah bukan hanya sekedar melakukan yang baik saja tetapi melakukan Firman-Nya. Apa yang Dia sudah perkatakan tidak akan pernah kembali dengan sia-sia melainkan akan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. 

Jadi ketika Tuhan berfirman, Firman itu mengandung perintah, mengandung pekerjaan yang harus dilaksanakan. Waktu Firman Tuhan kita sepakati dengan memperkatakannya kembali, maka yang terjadi adalah pekerjaan yang dikandung oleh Firman itu pasti terjadi, untuk itu perkatakanlah dalam doa-doa kita Firman Allah. Doa-doa yang dicatat dalam alkitab baik itu doa Daud, Daniel, dll. mereka selalu mengutip Firman Allah, mereka mengingatkan Tuhan akan Firman-Nya

 

·         Kata “Amin” merupakan saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah.

Kita kalau berdoa seringkali amin-nya di belakang namun sebenarnya “amin” itu adanya di depan, di permulaan. Jadi sebelum Allah mencipta segala sesuatu, Allah sudah punya keyakinan dan ini kebenaran yang harus kita tangkap. Ketika kita berdoa jangan hanya berhenti sampai kita berbicara saja dengan Tuhan, curhat dengan Tuhan, namun kita harus datang dengan keyakinan.

Yes 65:16 sehingga orang yang hendak mendapat berkat di negeri akan memohon berkat demi Allah yang setia, dan orang yang hendak bersumpah di negeri akan bersumpah demi Allah yang setia, sebab kesesakan-kesesakan yang dahulu sudah terlupa, dan sudah tersembunyi dari mata-Ku."

Waktu kita berkomitmen dengan Tuhan bukan karena kita bisa, namun  karena kita punya Tuhan yang hidup. Jadi kata “amin” adalah sesuatu yang penting. Kita mulai dengan suatu kepastian karena Allah kita adalah Allah yang hidup, Dia pegang janji-Nya 

   

2.      Aku tahu!

Why 3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!

Allah itu Roh, barangsiapa menyembah-Nya harus menyembah-Nya dalam roh. Roh merupakan bagian kita yang paling hakiki dan roh itulah yang berkomunikasi dengan Allah dan menerima dari Allah.

Tuhan tahu di saat wajah kita terlihat tersenyum namun sebenarnya hati kita sedang tidak baik-baik saja. Karena kesibukan kitalah yang membuat kita tidak dapat berkomunikasi dari hati, untuk itu kita perlu saat teduh setiap hari. Sesibuk apapun kita sebenarnya, jika kita duduk tenang kita pasti bisa mendengar suara Tuhan. Kita perlu mendengar suara Tuhan karena suara Tuhan akan menyelamatkan kita dari banyak hal.

3.      Suam-suam kuku

Why 3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Tidak dingin atau panas berarti tidak jelas, tidak semangat, tidak bilang tidak mau tetapi juga tidak bilang mau, tidak ada dorongan, tidak ada apinya, tidak ada efeknya, tidak menyegarkan, tidak mengobati. Jemaat di Laodikia sudah tidak ada lagi apinya. Kondisi yang seperti ini adalah kondisi yang tidak bisa Tuhan nikmati dari kita. Hidup kita adalah persembahan untuk Tuhan. Jadi hendaknya api di dalam kita haruslah menyala.

 

4.      Blindspot

Why 3:17  Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,    

Beberapa kondisi rohani jemaat di Laodikia:

·         Melarat & malang

Kata melarat di sini bukanlah miskin, kalau miskin itu terbatas. Miskin itu punya namun terbatas. Kalau melarat itu sudah tidak dapat menolong diri sendiri lagi, sudah tidak bisa apa-apa dan itulah sebabnya Tuhan berkata “engkau malang”.

·         Miskin

Orang-orang di Laodikia ini terkenal kaya raya, mereka punya perbankan yang kuat. Namun Tuhan berkata mereka miskin. Tidak ada semangat untuk Tuhan, kekayaan mereka membuat mereka menjadi suam-suam kuku.

Untuk dapat menjadi kaya menurut pandangan Tuhan kita harus membeli emas yang dimurnikan. Karena Tuhan melihat hati kita dan bukan materi kita, maka yang Tuhan inginkan hati kita yang terus dimurnikan, hati yang sungguh-sungguh mengasihi Dia

·         Buta

Tuhan katakan jemaat di Laodikia itu buta karena mereka tidak dapat melihat keadaan mereka sendiri yang melarat.

Why 3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat   

Tuhan berkata untuk dapat melihat kita harus membeli minyak dan minyak di sini menggambarkan Roh Kudus. Untuk dekat dengan Roh Kudus ada harga yang harus dibayar. Kita harus letakkan diri kita untuk saat teduh, letakkan kesibukan kita yang berharga dan sangat penting itu. 

·         Telanjang

Ketelanjangan itu memalukan. Untuk menutupi ketelanjangan kita Tuhan katakan kita harus membeli pakaian putih dimana pakaian putih itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar. Itu yang Tuhan mau kita lakukan.

 

  

Why 3:19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

Jika hari ini ada teguran untuk kita itu berarti Tuhan mengasihi kita, kita itu berharga dan Tuhan tidak ingin kita menjauh dari-Nya.

Foto Kegiatan