Khotbah
Dicari pohon yang berbuah lebat dan tidak hanya berdaun lebat
Ps. Heru Tjahjono
6 views
Ringkasan Khotbah
Mark 11: 12-14 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. 11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. 11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.
Pesan ini bukan untuk orang yang baru bertobat tetapi ditujukan kepada pemimpin agama, para pelayan Tuhan. Kisah ini juga sebuah kritikan tajam untuk gereja Tuhan, dimana kita tidak boleh hanya sibuk beragama, sibuk dengan kegiatan rohani, sibuk kegiatan beribadah (menyanyi, menyembah, memberi persembahan, dsb.), tetapi tidak berbuah. Yang dipersoalkan oleh Tuhan Yesus mengenai kontrasnya kehidupan kita yang kelihatan sibuk, kelihatan berdaun lebat tetapi tidak menghasilkan apa-apa.
Mengapa ilustrasi pohon ara ini dipakai dengan menggambarkan daun yang lebat tetapi tanpa buah? Adalah untuk mengkritik, menegur keras kehidupan rohani orang Yahudi saat itu?
Ketika mereka sudah terjebak rutinitas dan menjalankan kegiatan beragama tanpa penghayatan apa-apa, maka yang akan menimbulkan bahaya laten. Bahaya laten adalah bahaya yang tersembunyi yang diam-diam bekerja sehingga sampai pada satu titik hal itu merusak hidup kita, akhirnya kehilangan nilai dan makna dari persekutuan dengan Tuhan.
Kadang-kadang Tuhan izinkan pergumulan hidup kita sebagai cara Tuhan untuk membangunkan kita dari rutinitas tersebut. Ketika kita tidak bisa mengubah keadaan kita, ubah reaksi kita kepada Tuhan. Tuhan ingin kita yang sudah berdaun lebat, juga berbuah lebat dalam hidup ini.
Pohon ara yang berdaun lebat itu menggambarkan keagamaan, aktivitas pelayanan, jabatan, pengetahuan, penampilan Rohani, dll. dan pohon ara yang demikian ditegur Tuhan. Jika semua yang kita kerjakan hanya dalam bingkai melebatkan daun tanpa menghasilkan buah yang memuliakan Bapa dan menjadi berkat buat orang lain, maka ilustrasi pohon ara ini menjadi peringatan keras untuk kita semua. Buah yang seharusnya kita hasilkan, antara lain adalah ketaatan, kasih, keadilan, kekudusan, belas kasihan, iman, kehidupan yang berubah, dll. Ini yang harus nyata terlihat dalam kehidupan kita.
TUHAN MENCARI BUAH BUKAN PENAMPILAN
Dikatakan … sebab memang bukan musim buah ara. Hal ini berkaitan dengan apakah gereja Tuhan berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam kisah tersebut Tuhan melihat bahwa orang Yahudi sudah memanfaatkan ritual keagamaan untuk kepentingan pribadi. .
Berbicara tentang musim berarti itu menggambarkan waktu Tuhan dimana waktu tersebut datangnya tiba-tiba. Tuhan memang menginginkan kita berbuah dan setiap buah yang kita hasilkan harus dapat dipertanggung jawabkan kepada Tuhan. Suatu kali waktunya akan tiba, Tuhan akan datang meminta buah yang dihasilkan oleh kita semua, namun waktu tersebut kita tidaklah tahu kapan akan terjadi. Untuk itu kita persiapkan diri bukan hanya untuk berdaun lebat tetapi juga untuk berbuah lebat.
BAIT SUCI BUKAN TEMPAT BERSEMBUNYI
Dalam Yes 56:7c … sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.
Jika rumah Tuhan hanya berdaun lebat yang terjadi adalah rumah Tuhan akan kehilangan ruang untuk orang dapat mengenal Bapa melalui hidup kita.
Yer 7:11 Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini?...
Dalam hal ini sarang bukanlah tempat untuk melakukan kejahatan tetapi tempat penyamun bersembunyi setelah melakukan kejahatan, maka dari itu Tuhan Yesus menolak ibadah yang membuat orang merasa aman tanpa bertobat di gereja.
Jadi bahaya terbesar kita sebagai orang Kristen bukan hanya soal tidak beribadah namun menggunakan ibadah untuk menghindarkan diri dari hukuman, menghindarkan diri dari pertobatan.
TIDAK ADA MUSIM UNTUK MENUNDA BERBUAH
Tidak ada alasan gereja Tuhan untuk tidak berbuah. Baik di rumah, di tempat kerja dan dimanapun, anak Tuhan haruslah nampak buahnya. Jangan minta pemakluman karena bukan musimnya. Tidak ada musim khusus untuk menunda kejujuran, mengasihi, meminta maaf ataupun mengampuni.
Dimanapun kita harus berbuah, tidak hanya di gereja saja kita berbuah. Ujian iman bukan hanya di gereja tetapi di saat kita berada di komunitas yang tidak searah dengan iman kita, di situlah pohon ara kita akan diuji, apakah hanya berdaun lebat saja atau disertai buah yang lebat juga. Buah Roh tidak ada musimnya namun kita harus tetap berbuah.
BUAH LAHIR DARI IMAN YANG PERCAYA KEPADA ALLAH
Untuk kita dapat berbuah lebat maka harus:
➢ Percaya kepada Allah.
Mark 11:21-22 … lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kau-kutuk itu sudah kering." Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah!
➢ Tinggal di dalam Tuhan
Yoh 15:5Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Foto Kegiatan
