Khotbah
Born to be a leader
Ps. Monica Himawan
9 views
Ringkasan Khotbah
Kej 1:26 Berfirmanlah Allah: ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Sejak awal penciptaan manusia diberikan otoritas untuk berkuasa memimpin seluruh ciptaan Tuhan. Maka dari itu kita dilahirkan dengan potensi untuk memimpin.
Untuk menjadi seorang pemimpin tidaklah otomatis langsung menjadi pemimpin ada proses yang harus dilalui, seperti Musa yang juga harus melalui proses yang cukup panjang. Beberapa fase proses kepemimpinan Musa:
Ø 40 tahun pertama
Musa yang lahir di kala terjadi pembunuhan bayi-bayi, ia diselamatkan oleh seorang Putri Firaun dan tinggal di istana sampai pada satu titik ia membunuh orang Mesir karena melihat orang Mesir tersebut memukul seorang Ibrani sehingga ia menjadi buronan dan melarikan diri ke tanah Midian
Ø 40 tahun kedua
Musa hidup di tanah Midian menggembalakan kambing domba milik Yitro, mertuanya sampai pada satu titik mengalami perjumpaan dengan Tuhan dalam rupa semak yang menyala. Di sini Tuhan mengutus Musa untuk membebaskan bangsa Israel keluar dari Mesir
Ø 40 tahun ketiga
Musa membawa keluar bangsa Israel dengan tanda mujizat dari Tuhan yaitu dengan 10 tulah. Rencana Tuhan tidak sampai di sana Musa mendelegasikan kepemimpinannya kepada Yosua untuk membawa bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian, tanah Kanaan.
Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kepemimpinan Musa:
1. Berdiri di atas kelemahan dengan otoritas
Kel 3:11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?"
o Musa berhasil melawan keraguan dan ketakutannya.
o Musa bergantung kepada Tuhan meskipun ia tidak pandai bicara.
o Musa berani mengambil tanggung jawab.
Fil 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Kita harus jadi kuat dan berdiri di atas kelemahan kita karena ada kuasa Tuhan yang tidak terbatas yang mampu menolong setiap kita.
2. Rendah hati & tidak sombong
Kel 18:17, 19a Tetapi mertua Musa menjawabnya: "Tidak baik seperti yang kaulakukan itu. 18:19 Jadi sekarang dengarkanlah perkataanku, aku akan memberi nasihat kepadamu dan Allah akan menyertai engkau…
o Musa mendengar nasihat mertuanya.
o Musa mendelegasikan kepemimpinannya kepada orang-orang yang dapat dipercaya.
Sebagai seorang pemimpin kita juga harus mau mendengar nasihat dan mau ditegur.
Yak 4:6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
o Kesombongan menyebabkan Allah berpaling dari kasih karunia-Nya.
o Kesombongan dapat menutup pintu pertolongan Tuhan.
3. Intercessor ( Perantara/Penengah )
Kel 32:32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
Musa menangisi dan memohon ampunan atas keselamatan bangsa Israel.
Ayb 42:10 Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.
o Ayub ketika dalam keadaan tertekan tidak bersalah dalam ucapannya
o Ayub berdoa untuk sahabat-sahabatnya
o Tuhan memulihkan keadaan Ayub
4. Memiliki hati yang lemah lembut
Bil 12:3 Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.
o Musa sabar menghadapi bangsa yang tegar tengkuk.
o Musa tidak mendendam kepada kakak-kakaknya Harun dan Miryam.
o Musa berdoa untuk keselamatan Harun (Ul 9:20).
1Pet 3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:
Jangan keraskan hati kita, karena ketika hati kita keras Firman Tuhan akan sulit masuk ke dalam kita.
5. Memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan
Kel 33:11 Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.
o Tuhan memandang Musa sebagai sahabat karib-Nya.
o Musa berserah dan mengikuti keinginan Tuhan.
Kel 33:15 Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.
o Musa menginginkan Tuhanlah yang menuntun bangsa Israel.
o Musa sadar tanpa Tuhan bangsa ini tidak akan berhasil keluar.
Memiliki hubungan yang intim harus interaktif dan dua arah serta mengenal lawan bicaranya.
Menjadi seorang pemimpin tidak bisa instan, melainkan harus dibentuk melalui proses. Seorang pemimpin harus bisa berdamai dengan kelemahannya, memiliki kerendahan hati, mau berdiri sebagai perantara antar Tuhan dan umat-Nya, dan memiliki kedekatan dengan Tuhan. Pemimpin yang baik adalah seorang yang mampu bertahan dan bertumbuh melalui proses.
Foto Kegiatan
