Joinwith us
Kembali

Khotbah

Be the Letter of Christ (Menjadi surat Kristus)

Ps. Bambang Jonan

10 views

Ringkasan Khotbah

Ibr 4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.    

Pada hari-hari terakhir kita akan banyak mendengar berita-berita hoax dan gereja akan mengalami suatu tekanan dan aniaya, bukan terhadap penderitaan secara jasmani tetapi gereja akan banyak diserang dan ditekan dengan berita-berita yang bohong. Cara kita menghadapi kondisi yang demikian maka kita harus sungguh-sungguh mempelajari Firman Tuhan karena Firman Tuhan itu hidup, bagai pedang bermata dua yang dapat membedakan antara yang benar dengan yang tidak benar, antara yang suci dengan yang tidak suci.

 

Rom 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara

Setiap kita telah dipilih dan ditentukan oleh Allah sejak semula karena kita telah diciptakan segambar dan serupa dengan Tuhan. Hal itu merupakan identitas yang Tuhan berikan

1Pet 2:9 dikatakan Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

 

Pada waktu Tuhan memanggil kita sebenarnya untuk mengembalikan identitas kita yang seharusnya, segambar dan serupa dengan Tuhan yang telah hilang dari kehidupan manusia, karena manusia jatuh ke dalam dosa. Dosalah yang mengakibatkan kita kehilangan gambar Tuhan dalam hidup kita.

Rom 3:23  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah      

 

Seharusnya identitas yang kita miliki akan terlihat dari buah yang kita hasilkan.

Bagaimana kita dapat menghasilkan buah?

1.       Melekat kepada Tuhan

Untuk dapat menghasilkan buah kita harus melekat kepada pokok anggur yaitu Tuhan Yesus (Yoh 15:4-5). Seseorang bisa pergi ke gereja karena melihat buah yang keluar dari hidup kita, bahkan melalui hidup kita orang dapat mengenal Tuhan. 

Hidup menghasilkan buah berarti kita menjadi surat Kristus yang terbuka dan surat pujian.

2Kor 3:2-3 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Untuk kembali menjadi segambar dan serupa dengan Tuhan kita perlu Firman Tuhan di dalam kita. Firman Tuhan yang diberikan kepada kita bukan seperti pada zaman perjanjian lama yaitu dalam bentuk loh batu, namun Firman yang diberikan oleh Roh Kudus saat ini dituliskan di dalam loh hati kita. Setiap kali kita melakukan pelanggaran, maka hati kita akan mencegah dan jantung kita akan berdegup kencang karena ada Tuhan di dalam hati kita. Firman itu adalah Allah sendiri.

Melekat bukan sekedar melakukan perintah Tuhan saja, namun melekat harus dilakukan dengan hati. Ketika melekat kepada Tuhan dengan hati, maka yang dihasilkan adalah buah Roh (Gal 5:22-23) dan tidak ada satu hukum pun yang menentang hal ini. Jika kita mengerti hukum, mengerti kebenaran, tetapi kita tidak memiliki buah, maka akan terjadi serangan dari berbagai macam pihak ditujukan kepada kita, anak-anak-Nya. Tetapi jika kita mengerti kebenaran dan orang melihat buah Roh dalam hidup kita (kasih, damai, sukacita, dsb), maka tidak ada yang dapat menyerang dan kita akan damai sejahtera bersama Tuhan.

 

2.     Memiliki hikmat

Yak 3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. 

Kita dapat mengenal seseorang memiliki hikmat yang murni karena mereka yang selalu membawa damai dimana pun mereka berada.

Kol 1:9-10 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,     

Ayat ini mengajarkan kita bahwa hikmat itu haruslah diminta. Meminta hikmat yaitu dengan berdoa.

 

Seperti kisah Salomo, dia meminta hikmat supaya dapat memimpin bangsa Israel, demikian juga kita harus meminta hikmat supaya kita berbuah dan mengeluarkan buah-buah yang baik. Hikmat yang daripada Salomo menjadi saksi bagi Ratu negeri Syeba, yaitu tata krama (cara orang-orang Salomo duduk), tata busana (cara orang-orang Salomo berpakaian), tata boga (cara orang-orang Salomo menyajikan makanan dan minuman), tata ibadah (cara orang-orang Salomo mengatur ibadah), dll.

Ada damai selama pemerintahan Salomo. Waktu Salomo memerintah ia tidak meminta kekayaan atau nyawa musuh-musuhnya, ia hanya meminta hikmat.  Pada waktu ia diberikan hikmat maka keluarlah buah-buah dalam hidupnya.

 

Ula 31:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."   

Ketika kita menjalani hidup yang menghasilkan buah, jangan takut dan gentar di tengah situasi yang ada sekarang, karena Tuhan pasti menyertai kita, Dia akan mencukupkan segala kebutuhan kita.

Foto Kegiatan

Be the Letter of Christ (Menjadi surat Kristus) | GBI WFC